pertanyaan sulit tentang filsafat pendidikan
Karenabanyaknya mindset negatif manusia tentang filsafat (khususnya di Indonesia), maka timbul juga banyak pertanyaan seputar ilmu filsafat. Kawan-kawan jika kita amati lebih detil, dari banyaknya pertanyaan yg dilontarkan terhadap filsafat, pasti pertanyaan yang paling banyak dan paling sering muncul ada di 3 pertanyaan ini :
Kumpulanpertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmu. 1. KUMPULAN PERTANYAAN DAN JAWABAN DARI MAKALAH MATA KULIAH PENGANTAR FILSAFAT ILMU Disusun oleh : 1. Nafareta R (1231800097) 2. Putri Agilya S (1231800091) 3. Linda Ariani (1231800070) Dosen Pengajar : Dr. Sigit Sardjono, MS Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. 2.
Mengingatini, kita harus menyebutkan Rousseau, Wittgenstein, Sartre, Nietzche, Schopenhauer, antara lain. Selanjutnya, saya mengundang Anda untuk merenungkan beberapa pertanyaan eksistensial. Anda juga dapat melihat 14 arus filosofis paling penting dan perwakilannya. Daftar 30 pertanyaan eksistensial yang diajukan oleh para filsuf besar sejarah
10Pertanyaan Tentang Filsafat. 1. Sebutkan cabang- cabang filsafat! 2. Uraikan persamaan antara filsafat dan ilmu! Keduanya mencari rumusan yang sebaik- baiknya menyelidiki objek selengkap- lengkapnya sampai keakar-akarnya, Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian- kejadian yang kita alami dan
Pirater Un Site De Rencontre Payant. Filsafat pendidikan adalah muara ide dari berbagai kebutuhan utama pendidikan seperti landasan pendidikan, pendekatan pengajaran, model pembelajaran, dan berbagai aspek lain yang dibutuhkan untuk melanjutkan saga keilmuan pendidikan. Seperti filsafat pada umumnya, filsafat ini juga mempertanyakan berbagai kemungkinan yang telah ada, lalu mempertanyakan kebenarannya agar dapat memutuskan kebenaran baru dalam menggiati keilmuan ini. Dahulu, filsafat pendidikan sempat masuk menjadi salah satu mata kuliah yang akan dipelajari pada program studi pendidikan jenjang sarjana. Namun, belakangan mata kuliah ini ditiadakan dan secara eksklusif baru diberikan ketika mahasiswa menempuh pendidikan pasca sarjana. Alasannya? Karena dianggap terlalu berat. Kini filsafat pendidikan seakan menjadi eksklusif hanya dibawakan pada program pasca-sarjana. Padahal, filsafat sebetulnya tidak serumit itu. Hanya saja filsafat memang harus dilakukan secara sistematis. Konsepsi keilmuan biasanya dapat diklasifikasikan dengan pengertian, jenis, tujuan, dsb. Namun karena filsafat pendidikan pada dasarnya adalah cabang filsafat, terminologi dan metode filsafat yang digunakan juga harus jelas. Misalnya, bagaimana hakikat, pengertian atau dasar dari filsafat itu sendiri harus diungkap melalui landasan ontologisnya terlebih dahulu. Ketika seseorang mencari tahu ontologi, maka leburlah semua konsentrasinya; ontologi adalah salah satu bidang filsafat yang paling sukar, karena hal umum yang sederhana pun akan diberikan pertanyaan bertubi-tubi dari segala arah yang bahkan tidak memiliki keterkaitan sedikit pun. Sebetulnya hal semacam itulah yang biasanya terjadi dan membuat filsafat tampak lebih rumit. Padahal, inti dari ontologi adalah bagaimana kita merumuskan apa, mengapa dan yang seperti apa wujud pasti sesuatu hal itu? Tidak harus mengetahui lebih dalam terlebih dahulu mengenai apa itu ontologi. Pahami saja dahulu salah satu definisi dasarnya, belakangan kita dapat mempelajarinya lebih lanjut. Oleh karena itu pembahasan mengenai filsafat pendidikan akan dimulai dengan pengertian umumnya terlebih dahulu. Untuk menentukan definisi operasional yang akan kita gunakan dalam mempelajari filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan Amka, 2019, hlm. 22. Sederhana bukan? Namun, sayangnya dalam filsafat lagi-lagi kita tidak dapat menggeneralisir suatu hal sesederhana itu. Filsafat itu apa? Pendidikan itu apa? Masalah-masalah pendidikan itu yang bagaimana? Pengertian tersebut dapat kita rumuskan dari telaah kedua kata yang membentuk frasanya sendiri. Filsafat adalah kajian kritis terhadap pemikiran yang telah diamini kebenarannya. Sementara itu, pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan pembelajaran yang dapat diikuti secara baik oleh peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya. Melalui penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan adalah kajian kritis terhadap pemikiran dan sikap yang telah dan/atau akan dibuat melalui pencarian dan analisis konsep paling mendasar untuk menciptakan pertimbangan yang lebih baik dan sesuai dalam skop pendidikan yang berusaha untuk mewujudkan pembelajaran yang dapat diikuti oleh peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya dari segi keilmuan, kepribadian, dan nilai positif lainnya. Penjelasan lebih terperinci mengenai definisi kedua kata dalam frase ini dapat dilihat pada artikel berikut ini Filsafat Pengertian, Ciri, Contoh & Fungsi Menurut Para Ahli Sementara itu pengertian pendidikan dapat disimak pada artikel di bawah ini Pendidikan-Pengertian, Unsur, Tujuan, Fungsi, dsb Lengkap Pertanyaan selanjutnya adalah masalah-masalah pendidikan itu yang seperti apa? Melalui simpulan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sesuatu yang dipertanyakan dalam filsafat adalah pertimbangan dalam skop pendidikan. Tentunya berbagai pertimbangan dan konsep-konsep tersebut sudah ditentukan dalam pendidikan. Apa saja? Misalnya tujuan pendidikan, model pembelajaran, kurikulum, dsb. Rumusan di atas diperkuat oleh pendapat Widodo 2015, hlm. 1 yang menyatakan bahwa filsafat pendidikan adalah suatu pendekatan dalam memahami dan memecahkan persoalan-persoalan yang mendasar dalam pendidikan, seperti dalam menentukan tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, manusia, masyarakat, dan kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan itu sendiri. Selanjutnya, sebagai pertimbangan dan penelusuran lebih mendalam untuk memastikan kebenaran topik ini, mari kita simak berbagai pengertian filsafat pendidikan menurut para ahli. Al-Syaibani Filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur dan menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan Al-Syaibani dalam Jalaluddin & Idi, 2015, hlm. 19. John Dewey merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental yang menyangkut daya pikir maupun daya perasaan menuju tabiat manusia Dewey dalam Jalaluddin & Idi, 2015, hlm. 20. Randal Curren Adalah penerapan serangkaian keyakinan-keyakinan filsafat dalam praktik pendidikan Curren dalam Chambliss, 2009, hlm. 324. Kneller Filsafat pendidikan merupakan penerapan filsafat formal dalam lapangan pendidikan Kneller, 1971, Hasan Langgulung Adalah penerapan metode dan pandangan filsafat dalam bidang pengalaman manusia yang disebut dengan pendidikan dalam Zaprulkhan, 2012, . Jalaluddin & Idi Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai kaidah filosofi dalam pendidikan yang menggambarkan aspek-aspek pelaksanaan filsafat secara umum dan fokus terhadap pelaksanaan prinsip dan keyakinan dasar dari filsafat untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan secara praktis Jalaluddin & Idi, 2015, hlm. 18-21. Landasan / Sistematika Filsafat Pendidikan Filsafat membentuk dan memberikan asumsi-asumsi dasar bagi setiap ilmu pengetahuan, tidak terkecuali pendidikan. Saat filsafat membahas ilmu alam, maka diperoleh filsafat ilmu alam. Ketika filsafat mempertanyakan konsep dari hukum, maka terbentuklah filsafat hukum, dan ketika filsafat mengkaji permasalahan pendidikan, maka terciptalah cabang filsafat ini Kneller, 1971, Lalu apa saja yang menjadi landasan atau yang membentuk sistematika filsafat ini? Terdapat tiga landasan yang membentuk filsafat pendidikan, yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Berikut adalah pemaparannya. Ontologi Filsafat Pendidikan Ontologi adalah bagian dari metafisika yang bersifat spekulatif, membahas hakikat “yang ada” secara universal. Ontologi berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. Ontologi mempersoalkan hakikat yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera belaka. Pernyataan di atas diperkuat oleh pendapat Rukiyati dan Purwastuti 2015, Sebenarnya, ontologi adalah bagian dari metafisika, sederhananya metafisika dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat atau bagian pengetahuan manusia yang bersangkutan dengan pertanyaan mengenai hakikat “ada” yang terdalam. Semenjak hadirnya pemikiran empiris pengetahuan yang harus terbuktikan dan teralami secara nyata banyak yang menyepelekan metafisika. Padahal, pemikiran empiris muncul dari asumsi-asumsi yang dihasilkan oleh ontologi metafisika. Einstein menyadari hal ini melalui ucapan ikoniknya yang berkata “imagination is more important than knowledge”. Meskipun pemikiran empiris adalah kuda pacu yang diandalkan hari ini, hal tersebut tidak akan tercipta tanpa spekulasi-spekulasi dari pemikiran ontologis. Lalu di mana posisi ontologi pada filsafat ini? Landasan ontologis memberikan dasar bagi pendidikan mengenai pemikiran tentang “Yang Ada”, misalnya pemikiran tentang Tuhan, manusia, dan alam semesta. Corak pendidikan yang akan dilaksanakan sangat dipengaruhi oleh pandangan tentang “Yang Ada” yang telah ditentukan melalui ontologi. Contoh praktisnya adalah terciptanya kurikulum pendidikan agama untuk pendidikan agama. Tercipta kurikulum pendidikan vokasi untuk menyelenggarakan pendidikan keterampilan. Mengapa? Karena secara ontologis telah diketahui dari awal bahwa pemikiran filsafat itu tujuan pendidikannya berdasarkan “Yang Ada” untuk agama, atau “Yang Ada” untuk vokasi. Epistemologi Pendidikan Epistemologi berarti mempersoalkan sumber dan usul pengetahuan dengan meneliti, mempelajari dan mencoba mengungkapkan prinsip-prinsip primer kekuatan struktur pikiran yang dianugerahkan kepada manusia. Kajian epistemologi membahas tentang bagaimana proses mendapatkan ilmu pengetahuan, hal-hal apakah yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar, apa yang disebut kebenaran dan apa kriterianya Amka, 2019, Objek telaahnya sendiri adalah untuk mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang, bagaimana kita mengetahuinya, bagaimana kita membedakannya dengan lain. Intinya, objek telaahnya berkenaan dengan situasi, kondisi, ruang dan waktu mengenai sesuatu hal. Landasan epistemologis memberikan dasar filsafat bagi teori dan praktik pendidikan dalam hal cara memperoleh pengetahuan. Pendidikan itu sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan, maka pandangan mengenai sumber dan jenis pengetahuan akan sangat berpengaruh terhadap kurikulum dan model atau metode pembelajaran pengajaran. Aksiologi Filsafat Pendidikan Apa kegunaan ilmu yang dihasilkan dari pendidikan bagi kita? Ilmu pengetahuan memang telah memberikan manfaat yang besar. Misalnya, bagaimana teori atom dapat digunakan untuk menciptakan energi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dibalik itu teori ini pula yang membuat kita mampu untuk menciptakan bom atom yang menjadi malapetaka bagi dunia. Pertanyaan ke mana arah pengetahuan dan pendidikan itulah yang menjadi objek pertanyaan utama aksiologi. Untuk apa pengetahuan itu akan digunakan? Bagaimana hubungannya dengan etika dan moral? Bagimana kaitan prosedur ilmiah dan metode ilmiah dengan kaidah moral? Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas teori-teori nilai dan berusaha menggambarkan apa yang dinamakan dengan kebaikan dan perilaku yang baik Rukiyati & Purwastuti, 2015, Di dalamnya terdapat etika dan estetika. Etika adalah kajian filsafat yang mempersoalkan perilaku manusia terhadap nilai dan moral. Estetika adalah filsafat yang berkaitan dengan kajian keindahan. Keduanya akan berkaitan, karena sesuatu yang indah cenderung akan terasa lebih beretika, begitu pun sebaliknya. Setidaknya, begitulah sebelum filsafat seni kembali mempertanyakannya. Dalam ranah pendidikan, landasan aksiologis memberikan dasar-dasar filsafat dalam hal nilai dan moral yang melandasi teori pendidikan dan menjadi acuan dalam praktik pendidikan. Karena, pendidikan tanpa nilai dan moral yang positif, pendidikan justru dapat memberikan hal yang negatif. Pendidikan haruslah diimbangi dengan adalah adanya pemberi, penerima, tujuan, dan cara yang baik, dalam konteks yang positif. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Secara umum filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan dari keseluruhan sikap dan kepercayaan yang telah dijunjung tinggi, lalu mempertanyakan . Meskipun skopnya luas, ketika bertemu pendidikan, maka terdapat beberapa rumusan utama. Berikut adalah beberapa kajian utama filsafat ini menurut Rukiyati & Purwastui 2015, hlm. 21. Merumuskan secara tegas sifat hakiki pendidikan Merumuskan hakikat manusia sebagai subjek dan objek pendidikan. Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan. Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan dan teori pendidikan. Merumuskan hubungan antara filsafat negara ideologi, filsafat pendidikan dan politik pendidikan sistem pendidikan Merumuskan sistem nilai dan norma atau isi moral pendidikan yang menjadi tujuan pendidikan Tujuan Filsafat Pendidikan Tujuan filsafat pendidikan dapat ditinjau dari tujuan filsafat dan pendidikan itu sendiri. Filsafat diantaranya memiliki tujuan untuk mengkritisi suatu kepercayaan dan sikap yang telah dijunjung tinggi, mendapatkan gambaran keseluruhan, analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Sementara itu teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-prinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat, merumuskan metode praktik pendidikan atau proses pendidikan yang menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan sendiri tergantung dari kebutuhan. Bisa jadi tujuan pendidikan adalah tujuan pendidikan nasional mencetak generasi penerus bangsa yang baik, instruksional khusus terhadap keterampilan tertentu, hingga ke tujuan pendidikan institusional pendidikan militer, dokter, akademisi, dsb. Selain itu, menurut Amka 2019 tujuan filsafat pendidikan meliputi Dengan berfikir filsafat seseorang bisa menjadi manusia, lebih mendidik, dan membangun diri sendiri. Seseorang dapat menjadi orang yang dapat berfikir sendiri. Memberikan dasar-dasar pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan merupakan satu kesatuan. Hidup seseorang dipimpin oleh pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut, sebab itu mengetahui pengetahuan-pengetahuan terdasar berarti mengetahui dasar-dasar hidup diri sendiri. Bagi seorang pendidik, filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafatlah yang memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang mengenai manusia, seperti misalnya ilmu mendidik. Manfaat Filsafat Pendidikan Seseorang yang sedang menuntut ilmu pendidikan dituntut untuk memikirkan masalah-masalah hakiki mengenai pendidikan. Pemikiran mengenai masalah-masalah pendidikan baik dalam lingkup luas maupun mengerucut akan lebih terasah melalui filsafat pendidikan. Hal tersebut membuat pelajar atau praktisi pendidikan lebih kritis dalam memandang persoalan pendidikan. Disamping itu filsafat ini juga akan membuat pelajar untuk merenungkan masalah hakiki pendidikan yang secara otomatis akan memperluas cakrawala berpikir dan menjadi lebih arif dalam memahami persoalan pendidikan. Filsafat pendidikan akan menuntut pelajar untuk berpikir reflektif menggunakan kebebasan intelektual yang bertanggung jawab sistematis. Selain itu, menurut Amka 2019, hlm. 26 filsafat pendidikan memiliki manfaat sebagai berikut Filsafat menolong mendidik. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalanpersoalan dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat memberikan pandangan yang luas. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. Filsafat memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri terutama dalam etika maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya. Aliran Filsafat Pendidikan Ada banyak aliran filsafat yang tumbuh seiring dengan perkembangan zaman. Berikut adalah aliran-aliran filsafat pendidikan yang telah dikenal luas oleh para ahli pendidikan. Perenialisme Merupakan aliran filsafat pendidikan yang melihat ke belakang, percaya bahwa kebijaksanaan abadi dari spiritualisme, tradisi, dan agama berbagi satu satu kebenaran metafisik yang universal di mana semua pengetahuan, ajaran dan nilai yang baik telah tumbuh. Essensialisme Essensialisme merupakan aliran yang ingin kembali pada kebudayaan-kebudayaan warisan sejarah yang telah terbukti keunggulannya dan kebaikannya bagi kehidupan manusia. Essensialisme percaya bahwa pendidikan yang baik dan benar terdiri dari pembelajaran keterampilan dasar membaca, menulis, berhitung, seni, dan ilmu pengetahuan. Semua hal tesebut telah terbukti berguna untuk manusia di masa lalu, sehingga terdapat keyakinan bahwa hal inilah akan berguna pula pada kehidupan di masa yang akan datang Gutek dalam Rukiyati & Purwastuti, 2015, Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang dapat memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas Jalaludin & Idi, 2015, Progressivisme Bagi kaum progressif, tidak ada realitas yang absolut, kenyataan adalah pengalaman transaksional yang selalu berubah progresif. Dunia selalu berubah dan dinamis, sehingga dapat disimpulkan bahwa hukum-hukum ilmiah hanya bersifat probabilitas dan tidak absolut. Progressivisme percaya bahwa pengetahuan mengenai dunia ini hanyalah sebatas sebagaimana dunia ini dialami oleh manusia dan Itulah yang dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan sains untuk kita semua. Rekonstruksionisme Sosial Aliran ini menaruh perhatian yang besar pada hubungan antara kurikulum sekolah dan perkembangan politik, sosial, dan ekonomi suatu masyarakat. Rekonstruksionisme menganggap bahwa dunia dan moral manusia mengalami degradasi di sana-sini sehingga perlu adanya rekonstruksi tatanan sosial menuju kehidupan yang demokratis, emansipatoris dan seimbang. Keadaan yang timpang dan hanya menguntungkan salah satu belahan dunia harus diatasi dengan merekonstruksi pendidikan untuk memajukan peradaban. Untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia dan untuk menciptakan peradaban yang lebih memuaskan, manusia harus menjadi insinyur sosial, yaitu orang yang mampu merancang jalannya perubahan dan mengarahkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara dinamis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pedagogi Kritis Salah satu unsur pokok dari aliran ini adalah keharusan untuk memandang sekolah sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik yang memberi kesempatan bagi peserta didik agar dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sekedar perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam persaingan pasar internasional dan kompetisi asing. Anarkisme Utopis Ivan Illich Illich, tokoh utama aliran ini, mengatakan bahwa tujuan utama pendidikan adalah perombakan/pembaharuan berskala besar dan segera di dalam masyarakat, dengan cara menghilangkan persekolahan wajib. Sistem persekolahan formal yang ada harus dihapuskan sepenuhnya dan diganti dengan sebuah pola belajar sukarela dan mengarahkan diri sendiri; akses yang bebas dan universal ke bahan-bahan pendidikan serta kesempatan-kesempatan belajar mesti disediakan, namun tanpa sistem pengajaran wajib O’neil dalam Rukiyati & Purwastuti, 2015, hlm. 79. Eksistensialisme Eksistensialisme menjadi salah satu ciri pemikiran filsafat abad 20 yang sangat mendambakan adanya otonomi dan kebebasan manusia yang sangat besar untuk mengaktualisasikan dirinya. Dari perspektif eksistensialisme, pendidikan sejatinya adalah upaya pembebasan manusia dari belenggu-belenggu yang mengungkungnya sehingga terwujudlah eksistensi manusia ke arah yang lebih humanis dan beradab. Beberapa pemikiran eksistensialisme dapat menjadi landasan atau semacam bahan renungan bagi para pendidik agar proses pendidikan yang dilakukan semakin mengarah pada keautentikan dan pembebasan manusia yang sesungguhnya. Referensi Amka. 2019. Filsafat Pendidikan. Sidoarjo Nizamia Learning Center. Jalaluddin & Idi. 2015. Filsafat Pendidikan Manusia, Filsafat Dan Pendidikan Edisi Revisi. Malang Rajawali Press. Rukiyati & Purwastuti, A. 2015. Mengenal Filsafat Pendidikan. Yogyakarta UNY Press. Widodo, 2015. Pendidikan dalam Perspektif Aliran-Aliran Filsafat. Yogyakarta Idea Press. Zaprulkhan. 2012. Filsafat Umum Sebuah Pendekatan Tematik. Jakarta RajaGrafindo Persada.
0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesDescription100 pertanyaan dasar mengenai filsafatCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views13 pages100 Pertanyaan Tentang Filsafat PendidikanJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Ilustrasi pertanyaan filsafat yang sulit dijawab, sumber foto geralt by pertanyaan filsafat yang sulit dijawab oleh manusia akan membuat kamu menjadi berpikir lebih kritis. Hal ini tentu saja membuat kamu lebih mudah terjebak dalam kehidupan sehari-hari yang rumit. Pertanyaan filsafat yang sulit secara tidak langsung akan membangun praktik berpikir kritis tentang dunia. Sehingga kamu akan lebih percaya diri dalam membuat suatu keputusan. Ingin lebih percaya diri dalam membuat keputusan dan berpikir kritis? Yuk beberapa pertanyaan filsafat pada artikel berikut tentang Filsafat yang Sulit DijawabIlustrasi pertanyaan filsafat yang sulit dijawab, sumber foto geralt by dari laman Scienceofpeople, berikut ini adalah beberapa pertanyaan tentang filsafat yang sulit dijawab oleh manusia. 1. Pertanyaan Filsafat tentang PerilakuApa saja perbedaan antara orang baik dan orang jahat? Seberapa pentingkah untuk menjadi orang baik? Apa yang membuat orang merasa lebih terikat pada beberapa orang daripada orang lain? Adakah kesamaan moral diantara kelompok orang dan budaya yang beragam? Apakah individu itu penting? Jika iya, penting dalam hal apa? Jika kembar identik tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, seberapa mirip dan berbedanya mereka? 2. Pertanyaan Filsafat tentang CintaBagaimana kamu tahu bahwa kamu dicintai? Apa itu cinta menurut kamu? Bagaimana kamu tahu bahwa sedang mencintai seseorang? Apakah keinginan dicintai merupakan keinginan bawaan dari manusia? Apakah cinta membutuhkan tindakan, atau hanya sebagai perasaan? Dalam hal apa yang membuat cinta, hasrat seksual dan nafsu berbeda satu sama lain? Apakah kehilangan cinta dapat mengubah pandangan hidup seseorang? Bisakah seseorang menunjukkan cinta tanpa terlebih dahulu dicintai? Apa cinta termasuk aspek intrinsik dari sifat manusia atau tindakan timbal balik? Apakah cinta bisa menjadi suatu hal yang buruk? Bisakah cinta yang romantis bertahan pada satu orang untuk selamanya? 3. Pertanyaan tentang Hak Asasi ManusiaApa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia HAM?Apakah otonomi merupakan hak asasi manusia? Apa kebebasan berbicara termasuk hak asasi manusia? Apa saja perbedaan antara hak asasi manusia dan hak istimewa? Jika orang menyebarkan informasi yang salah, apakah harus tetap dibiarkan saja? Pada titik mana dalam perkembangan manusia, dari janin menjadi bayi, seseorang menjadi manusia dan memperoleh hak? Bagaimana masyarakat dapat bekerja untuk membongkar rasisme sistemik, seksisme, kemampuan dan bentuk diskriminasi lainnya? Sekarang kamu sudah bisa memulai untuk menjawab pertanyaan filsafat yang sulit dijawab manusia di atas. Dengan menjawab pertanyaan tersebut akan membantu kamu menjadi seseorang yang berpikir kritis. Selamat mencoba! DSI
1. Sebutkan defenisi filsafat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia! Jawab Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, filsafat adalah Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan Ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi. 2. Sebutkan beberapa pengertian filsafat menurut beberapa pakar! Jawab pengertian filsafat menurut beberapa para pakar adalah Al- Farabi mengemukakan bahwa Filsafat ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. Immanuel Kant mengatakan bahwa filsafat itu adalah ilmu dasar segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan yaitu apakah yang dapat diketahui, apakah yang boleh kita kerjakan, sampai dimanakah pengharapan kita, sampai dimanakah pengharapan kita, apakah yang dinamakan manusia. Sultan Takdir Alisjahbana berpendapat bahwa filsafat adalah berfikir dengan inshaf, yang dimaksud dengan inshaf adalah berfikir dengan teliti menurut aturan yang pasti. Dalam pandanga Sidi Gazalba filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada. 3. Sebutkan ciri pokok dalam filsafat menurut Sidi Gazalba! Jawab Menurut Sidi Gazalba ciri pokok dalam filsafat adalah Adanya unsur berfikir yang dalam hal ini menggunakan akal, Adanya unsur tujuan yang ingin dicapai melalui berfikir tersebut, Adanya unsur ciri yang terdapat dalam pikiran tersebut yaitu mendalam 4. Uraikan secara singkat tentang pengertian filsafat secara etimologi dan terminologi! Jawab Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Philos suka, cinta dan sophia kebijaksanaan, yang berarti cinta kebijaksanaan, sedangkan secara istilah filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yag biasanya diterima secara tidak kritis. 5. Jelaskan latar belakang munculnya istilah Philosophia! Jawab Menurut sejarah istilah philosophia digunakan oleh Pythagoras disekitar abad ke- 6 SM. Ketika diajukan pertanyaan kepadanya “ Apakah anda termasuk orang yang bijaksana?” Dengan rendah hati ia menjawab “ saya adalah seorang Philosophos atau pencinta kebijaksanaan”. 6. Kemukakan beberapa defenisi ilmu menurut para ahli! Jawab Beberapa pakar mengemukakan tentang pengertian Ilmu, yaitu Mohammad Hatta mendefinisikan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum yang kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar,maupun menurut bangunannya dari dalam. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak. Karl Pearson mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana, Ashley Montagu menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dari sutu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. 7. Apakah yang dimaksud dengan filsafat ilmu? Jawab Filsafat ilmu menurut Mohar seperti yang dikutip oleh Andi Hakim Nasution adalah suatu usaha akal manusia yang teratur dan taat asas menuju penemuan keterangan tentang pengetahuan yang benar. 8. Sebutkan cabang- cabang filsafat! Jawab Cabang- cabang filsafat adalah Filsafat pengetahuan Filsafat moral Filsafat seni Metafisika Filsafat pemerintahan Filsafat agama Filsafat ilmu Filsafat pendidikan Filsafat hukum Filsafat sejarah Filsafat Matematika 9. Uraikan persamaan antara filsafat dan ilmu! Jawab persamaan antara filsafat dan ilmu adalah Keduanya mencari rumusan yang sebaik- baiknya menyelidiki objek selengkap- lengkapnya sampai keakar-akarnya, Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian- kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab- sebabnya Keduanya hendak memberikan sintesis yaitu suatu pandangan yang bergandengan Keduanya mempunyai metode dan sistem Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia objektivitas akan pengetahuan yang lebih mendasar. 10. Uraikan perbedaan filsafat dan ilmu! Jawab perbedaan filsafat dan ilmu adalah Objek material lapangan filsafat itu bersifat universal umum yaitu segala sesuatu yang ada realita sedangkan objek material ilmu pengetahuan bersifat khusus. Artinya ilmu hany terfokus pada disiplin bidang masing- masing secara kaku dan terkotak- kotak dalam disiplin tertentu Objek formal filsafat itu bersifat non fragmentaris karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Disamping itu objek formal ilmu itu bersifat tekhnik yang berarti bahwa cara ide- ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita, Filsafat dilaksanakan dalam suatu suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh karena itu nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis sedang kegunaan filsafat timbul dari nilainya. Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari- hari sedangkan ilmu bersifat diskursif yaitu menguraikan secara logis yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak dan mendalam sampai mendasar sedangkan ilmu menunjukkan sebab- sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat yang sekunder. 11. Proses berfikir dalam filsafat memiliki beberapa karakteristik, sebutkan! Jawab karakteristik proses berfikir dalam filsafat adalah Berfikir radikal Mencari asas Memburu kebenaran Mencari kejelasan Berfikir rasional ciri- ciri utama ilmu! Jawab Ciri- ciri utama ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur dan dapat dibuktikan. Berbeda dengan pengetahuan ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke objek yang sama serta berkaitan secara logis. 13. Sebutkan beberapa persoalan yag harus dijawab dalam filsafat ilmu! Jawab persoalan yang harus dijawab dalam filsafat ilmu adalah pertanyaan landasan ontologis, pertanyaan landasan epistemologis dan pertanyaan landasan aksiologis. 14. Mengapa dikatakan bahwa filsafat adalah induk ilmu pengetahuan? Jawab Filsafat disebut sebagai induk ilmu pengetahuan karena dari filsafatlah lahirlah ilmu- ilmu modern dan kontemporer berkembang sehingga manusia dapat menikmati ilmu sekaligus buahnya yaitu tekhnologi. 15. Sebutkan tujuan filsafat ilmu! Jawab Tujuan filsafat ilmu adalah Mendalami unsur- unsur pokok ilmu sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu diberbagai bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi diperguruan tinggi terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan nonilmiah Mendorong para calon ilmuwan untuk konsisten dalam mendalami dan mengembangkannya Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan. 16. Filsafat memiliki dua objek kajian, sebutkan dan jelaskan! Jawab Objek kajian filsafat adalah objek material dan objek formal, yang dimaksud dengan objek material adalah segala yang ada yang tampak maupun yang tidak tampak sedangkan objek formal filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan rasional tentang segala yang ada, 17. Sebutkan tokoh- tokoh filsafat ilmu! Jawab Tokoh- tokoh filsafat ilmu diantaranya adalah Rene Descrates, John Locke, Plato, dan Aristoteles 18. Siapakah tokoh yang diberi gelar Bapak Filsafat Modern? Jawab Bapak Filsafat Modern adalah Descrates 19. Sebutkan metode yang diperkenalkan Desrates dalam dunia filsafat! Jawab Metode yang diperkenalkan oleh Descrates adalah metode keraguan. 20. Jelaskan yang dimaksud oleh Descrates sebagai metode keraguan! Jawab Metode keraguan yang dimaksudkan oleh Descrates adalah keraguan metodis yang dilakukan dengan meragukan segala hal. Jika semua hal telah diragukan kebenarannya maka apa yang masih tinggal yang tidak dapat diragukan?. Descrates mengatakan bahwa lewat keraguan seseorang dapat sampai pada kebenaran. 21. Jelaskan metode yang dipakai dalam berfilsafat! Jawab Metode yang dipakai dalam berfilsafat adalah dialektika yaitu suatu kaji telik konseptual dengan menunjukkan berondongan pertanyaan, sejumlah jawaban, dan membangun berbagai implikasi dari jawaban- jawaban itu. 22. Dalam ilmu filsafat dikenal istilah epistemologi. Apakah yang dimaksud dengan epistemologi? Jawab Epistemologi adalah cabang filsafat yang mengkaji sumber- sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan. 23. Sebutkan pertanyaan pokok dalam epistemologi! Jawab pertanyaan pokok dalam epistemologi adalah “ apa yang dapat saya ketahui”? 24. Sebutkan persoalan- persoalan dalam epistemologi! Jawab persoalan- persoalan dalam epistemologi adalah Apakah pengetahuan itu? Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu Darimana pengetahuan itu dapat diperoleh Bagaimanakah validitas pengetahuan itu dapat dinilai Apa perbedaan antara pengetahuan a priori pengetahuan pra- pengalaman dengan pengetahuan a posteriori pengetahuan purna pengalaman? Apa perbedaan di antara kepercayaan, pengetahuan, pendapat, fakta, kenyataan, kesalahan, bayangan, gagasan, kebenaran, kebolehjadian, dan kepastian. 25. Sebutkan teori kebenaran dalam epistemologi! Jawab teori kebenaran dalam epistemologi adalah Teori kebenaran koherensi, teori kebenaran korespondensi, dan teori kebenaran teori kebenaran pragmatis. 26. Apakah yang dimaksud dengan teori ilmiah? Jawab Teori ilmiah adalah suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. 27. Apakah yang dimaksud dengan teori kebenaran koherensi, teori kebenaran korespondensi dan teori kebenaran pragmatis? Jawab yang dimaksud dengan Teori kebenaran koherensi adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan- penyataan sebelumnya yang dianggap benar Teori kebenaran korespondensi adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bilamana materi pengetahuan yang dikandung dalam pernyataan itu berkorespondensi atau berhubungan dengan objek atau fakta yang diacu oleh pernyataan tersebut Teori kebenaran pragmatis adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bilamana pernytaan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia 28. Secara sederhana teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama. Sebutkan! Jawab teori ilmiah syarat utamanya adalah Harus konsisten dengan teori- teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan Harus cocok dengan fakta- fakta empiris sebab teori yang bagaimanapun konsistennya sekiranya tidak didukung oleh p 29. Apakah yang dimaksud dengan logika ilmiah? Jawab Logika ilmiah adalah gabungan antara logika deduktif dan logika induktif dimana rasionalisme dan empirisme hidup berdampingan. 30. Apakah yang dimaksud dengan hipotesis Jawab Hipotesis adalah dugaan atau jawaba sementara terhadap masalah yang sedang kita hadapi. 31. Jelaskan fungsi hipotesa dalam filsafat! Jawab Fungsi Hipotesa dalam filsafat adalah sebagai penunjuk jalan yang memungkinkan kita untuk mendapatkan jawaban karena alam itu sendiri membisu dan tidak responsif terhadap pertanyaan- pertanyaan. 32. Sebutkan tiga manfaat mempelajari filsafat! Jawab Manfaat mempelajari filsafat adalah Mendapatkan jawaban baru karena orang yang berfilsafat selalu mencari jawaban yang baru dan tidak pernah puas dengan jawaban yang tidak menggunakan logika. Menunjukkan bahwa ide- ide falsafi memiliki relevansi dengan persoalan masa kini. Beberapa bidang pengetahuan berkembang terus dengan tradisi filsafat seperti epistemologi, logika, moral, politik dan estetika. Tanpa tradisi filsafat bidang- bidang ini akan sulit berkembang, Untuk menjadikan diri kita lebih memiliki kesadaran, lebih kritis, lebih cerdas daan lebih bijaksana. Karena tugas utama filsafat adalah merefleksi dan mengintegrasikan hasil- hasil investigasi dalam berbagai bidang untuk membangun pemahaman utuh, berkesinambungan, menyeluruh dan komprehensif. 33. Dalam berfilsafat kita mengenal istilah Ontologi, epistemologi, dan dan axiologi. Apakah yang dimaksud dengan hal tersebut! Jawab Yang di maksud dengan Ontology adalah hakikat realita Epistemology adalah hakikat pengetahuan Axiology adalah hakikat nilai apa yang baik dan yang buruk 34. Siapakah tokoh yang pertama kali memperkenalkan Ontologi dalam filsafat? Jawab tokoh yang memperkenalkan Ontologi adalah Rudolf Goclenus pada tahun 1663 M 35. Jelaskan secara ringkas tentang keberadaan ontologi dalam filsafat! Jawab ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. 36. Sebutkan tokoh- tokoh filsafat yang memiliki pandangan yag bersifat Ontologis Jawab tokoh filsafat yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis adalah Thales, Plato, dan Aristoteles 37. Sebutkan paham yang muncul pada pendekatan ontologi dalam filsafat! Jawab paham yang muncul pada pendekatan ontologi dalam filsafat adalah Paham Monisme yang terpecah menjadi idealisme dan spritualisme, paham dualisme, dan pluralisme. 38. Sebutkan istilah- istilah penting yang terkait dengan Ontologi! Jawab istilah penting yang terkait dengan ontologi adalah yang ada “ being”, kenyataan/ realitas reality, eksistensi existence, esensi essence, substansi subtance, perubahan change, tunggal one, dan jamak many. 39. Aksiologi disamakan dengan Value dan valuation. Sebutkan 3 bentuk value atau valuation! Jawab bentuk Value atau valuation adalah Nilai, sebagai suatu kata benda abstrak. Nilai sebagai kata benda konkret Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai, dan dinilai. 40. Berfilsafat adalah berfikir secara radikal. Apakah maksud pernyataan tersebut? Jawab Berfikir secara radikal adalah memikirkan suatu masalah sampai keakar- akarnya dengan memberikan argumen yang bernalar. 41. Kemukakan pendapat Plato dan Aristoteles tentang pengertian berfikir! Jawab Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa berfikir adalah berbicara dalam batin mempertimbangkan, menganalisis, membuktikan sesuatu, dan menarik suatu kesimpulan. 42. Alur berfikir tercakup dalam metode ilmiah yang dapat dijabarkan dalam beberapa langkah. Uraikan langkah- langkah tersebut! Jawab Langkah- langkah dalam alur berfikir yag sesuai dengan metode ilmiah adalah Perumusan masalah yang merupakan pertanyaan- pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas- batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor- faktor yang terkait didalamnya Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesa yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta- fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta- fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian pakah sebuah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima. 43. Jelaskan pendapat Socrates tentang metode yang dapat dipakai dalam berfilsafat! Jawab Menurut Socrates 469- 399 M metode yang dapat dipakai dalam berfilsafat adalah dialektika, hal ini merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pengetahuan karena dialektika mengantarkan seseorang untuk berlogika dengan pembicaraan yang teratur dengan memainkan peranan seseorang untuk memberi umpan sebagai rangsangan kepada seseorang untuk difikirkan secara serius. 44. Filsafat sebagai kajian atau disiplin ilmu dapat diurai dalam beberapa bagian. Sebutkan! Jawab Filsafat dapat diurai menjadi beberapa bagian yaitu logika, metafisika, epistemologi dan etika. 45. Apakah yang dimaksud dengan logika, metafisika, epistemology dan etika dalam Filsafat? Jawab Yang di maksud dengan Logika dalam filsafat adalah bagian dari filsafat yang secara sistematis membahas aturan- aturan berargumentasi secara bernalar. Metafisika menurut Aristoteles adalah prinsip- prinsip yang paling universal yang kemudian diartikan sebagai sesuatu di luar kebiasaan beyond nature atau dibelakang pengalaman langsung manusia immediate experience . Epistemologi adalah cabang filsafat yag mengkaji sumber- sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan. Etika adalah perbincangan moralitas yakni apa yang benar dan salah sebagaimana dipersepsi manusia. 46. Sebutkan komponen- komponen Logika! Jawab Komponen- komponen logika adalah pengetahuan, konsep dan ide 47. Jelaskan fungsi logika dalam filsafat! Jawab funggsi logika adalah menemukan hukum atau aturan- aturan yang harus dipatuhi untuk mencapai ketetapan dalam berfikir. 48. Sebutkan jenis- jenis logika! Jawab jenis- jenis logika adalah logika Deduktif dan logika induktif 49. Apakah yag dimaksud dengan logika deduktif dan deduktif? Jawab Logika deduktif dan logika induktif adalah Logika deduktif adalah logika yang memproses pikiran baik secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan atas pernyataan umum yang sudah lebih dahulu diketahui, Logika induktif adalah logika yang memproses pengetahuan berdasarkan fakta- fakta khusus yang diperoleh dari pengetahuan indrawi yang diperoleh melalui pengamatan. 50. Penalaran ilmiah merupakan sintesis antara penalaran logika deduktif dan logika induktif! Sebutkan karakteristik utama dalam logika deduktif dan induktif! Jawab karakter tersebut adalah Dilakukan dengan sabar Bertujuan mencapai kebenaran ilmiah Bersifat rasional/ empiris Sistematis/ analitis Kesimpulan yang dihasilkan tidak mempunyai kebenaran mutlak. 51. Bagaimanakah proses penalaran logika menurut John Dewey? Jawab Lima langkah pokok dalam penalaran logika adalah Mengenali dan merumuskan masalah Menyusun kerangka berfikir Perumusan hipotesis Menguji hipotesis Menarik kesimpulan 52. Penalaran logika tidak pernah sempurna secara mutlak, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebutkan faktor tersebut! Jawab Faktor yang mempengaruhunya adalah Manusia yang tidak sempurna selalu ada kemungkinan keliru dalam mengamati fakta serta dalam melaksanakan proses rasional Instrumen yang digunakan yang mungkin tidak memiliki validitas dan reabilitas yang memadai Proses analisis data yang tidak tepat Bidang kajian yang kompleks dan terus berubah 53. Christian Wolf 1679- 1754 M membagi metafisika menjadi dua. Sebutkan! Jawab Metafisika dibagi menjadi 2 yaitu Metafisika umum dan Metafisika khusus. 54. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metafisika umum dan metafisika khusus! Jawab yang dimaksud dengan Metafisika umum adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada. Metafisika khusus adalah ontologi yang membahas secara khusus tentang Kosmologi, Psikologi dan Teologi 55. Metafisika khusus dibagi menjadi 3 yaitu Kosmologi, Psikologi dan Teologi. Jelaskan 3 pembagian tersebut! Jawab yang dimaksud dengan Kosmologi, Psikologi dan Teologi adalah Kosmologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan alam semesta Psikologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang jiwa manusia Teologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang Tuhan. 56. Persoalan metafisis dibedakan menjadi 3 kelompok. Sebutkan! Jawab persoalan metafisis dibagi dalam 3 kelompok yaitu persoalan ontologi, kosmologi dan antropologi. 57. Sebutkan objek metafisika menurut Aristoteles! Jawab objek Metafisika menurut Aristoteles adalah Ada sebagai yang ada yaitu pengetahuan yang mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni- murninya bahwa suatu benda itu sungguh- sungguh ada dalam arti kata tidak terkena perubahan yang bisa ditangkap panca indera Ada sebagai yang Ilahi yaitu keberadaan yang mutlak yang tidak tergantung pada yang lain yakni Tuhan 58. Sebutkan pertanyaan pokok dalam metafisika! Jawab pertanyaan pokok dalam metafisika adalah “ apakah ada itu?” 59. Jelaskan pengertian berfikir menurut para ahli! Jawab Pengertian berfikir menurut beberapa ahli adalah Menurut Partap Singh berfikir adalah suatu kegiatan jiwa untuk mencapai pengetahuan sedangkan menurut Gielas berfikir adalah berbicara dengan dirinya sendiri dalam bahasa latin yaitu mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis, membuktikan sesuatu, menunjukkan alasan- alasannya, menarik kesimpulan, meneliti suatu jalan pikiran, mencari bagaimana hal itu berhubungan satu sama lain. 60. Orang yang berfilsafat maka akan berfikir secara bijaksana. Apakah yang dimaksud dengan berfikir bijaksana? Jawab Yang dimaksud dengan berfikir bijaksana adalah berfikir dengan selalu menggunakan akalbudinya yaitu pengalaman dan pengetahuan, arif, tajam pikiran, cermat dan teliti apabila menghadapi kesulitan. 61. Dalam pemahaman Ontologi dapat ditemukan pandangan- pandangan pokok. Sebutkan! Jawab Pandangan- pandangan pokok dalam ontologi adalah Monoisme, dan Dualisme, 62. Sebutkan tokoh dalam aliran monoisme dan aliran dualisme! Jawab Tokoh dalam aliran Monoisme adalah Thomas Davidson dan tokoh dalam aliran dualisme adalah Decrates 63. Dalam upaya menginterpretasi masalah dikenal tiga cara yang lazim untuk ditempuh. Sebutkan! Jawab Cara yang dapat ditempuh dalam menginterpretasi makna adalah analisis, evaluasi dan sintesis. 64. Bagaimanakah prosedur metode analisis yang digunakan dalam filsafat! Jawab Prosedur Metode analisis yang digunakan dalm filsafat adalah Berangkat dari keragu- raguan metodis maka diyakini tidak ada yang diyakini benar. Karena itu kita tidak boleh tergesa-gesa dan berprasangka. Kita hanya menerima kebenaran yang betul- betul sejalan dengan akal. Urailah materi yang telah ditelaah itu menjadi beberapa bagian untuk membantu memecahkan persoalan, Berfikir dengan memahami sesuatu atau bagian yang mudah dan sederhana terus bergerak memahami sesuatu yang lebih kompleks dan relatif. Maka sampailah pada sesuatu yang bersifat universal sebagai suatu kepastian. 65. Jelaskan pengertian ilmu pengetahuan! Jawab Ilmu pengetahuan adalah suatu kesadaran penuh dari suatu kebenaran mengenai sesuatu yang bersifat praktis, sesuatu kesadaran yang teratur, tersusun tentang apapun yang secara defenisi dapat diterima sebagai realitas. 66. Sebutkan sumber pengetahuan! Jawab Pada dasarnya pengetahuan bersumber pada empat macam sumber yaitu pengetahuan yang langsung diperoleh, pengetahuan yang didapat dari hasil suatu konklusi, pengetahuan yang diperoleh dari kesaksian dan otoritas, dan pengetahuan yang diperoleh melalui indera. 67. Sebutkan tokoh- tokoh pengetahuan modern! Jawab Tokoh- tokoh pengetahuan modern adalah Leonardo da Vinci, Nicoulas Copernicus, Johanes Kepler, dan Galileo Galilei. 68. Bagaimanakah cara memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafat? Jawab Dalam kajian filsafat para filosof memunculkan pemikirannya berdasarkan logikanya sendiri sehingga muncullah beberapa aliran- aliran, sedikitnya 5 aliran yaitu Empirisme, Rasionalisme, Intusionisme, Skeptisme, Kritisisme atau Transendentalisme. 69. Pada zaman Yunani Kuno muncul filosof alam, jelaskan awal mula munculnya filosof alam! Jawab Filosof alam pertama kali dikaji oleh Thales, Ia digelari bapak Filsafat karena dialah orang yang pertama berfilsafat dan mempertanyakan apa sebenarnya asal- usul alam semesta ini. 70. Siapakah filosof alam yang cukup berpengaruh dalam filsafat? Jawab Filosof alam yang berpengaruh tersebut adalah Parmenides 515- 440 SM 71. Jelaskan latar belakang munculnya kaum Sofis! Jawab Kaum sofis muncul karena munculnya masa transisi yakni penelitian terhadap alam tidak menjadi fokus utama tetapi sudah mulai menjurus pada penyelidikan mengenai manusia. 72. Siapakah tokoh utama kaum sofis? Jawab tokoh utama kaum sofis adalah Protagoras 481- 411 SM, 73. Sebutkan pendapat kaum sofis dalam filsafat! Jawab Pendapat kaum sofis dalam filsafat bahwa manusia adalah ukuran kebenaran. 74. Jelaskan pengaruh positif gerakan kaum Sofis! Jawab pengaruh positif gerakan kaum Sofis adalah mereka membangkitkan semangat berfilsafat, dan mengigatkan filosof bahwa persoalan pokok dalam filsafat bukanlah alam melainkan manusia. 75. Pada masa siapakah puncak kejayaan Filsafat Yunani? Jawab Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles 384- 322 SM 76. Mengapa Aristoteles dianggap sebagai bapak Ilmu pengetahuan? Jawab Aristoteles dianggap sebagai bapak ilmu pengetahuan karena Ia mampu meletakkan dasar dan metode ilmiah secara sistematis. Dan Aristoteles pulalah yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang bersifat teoritis dan praktis. 77. Sebutkan pemikiran- pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles! Jawab pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles dikenal dengan istilah logika Aristoteles yang berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut dengan Silogisme. 78. Jelaskan fungsi matematika dalam filsafat ilmu! Jawab fungsi Matematika dalam filsafat ilmu adalah merupakan sarana ilmiah yang terpenting dan akurat karena dengan pendekatan Matematikalah ilmu dapat diukur denga benar dan akurat. 79. Dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang cukup berpengaruh. Sebutkan! Jawab Aliran yang terdapat dalam filsafat yaitu Rasionalisme, Empirisme, Positivisme, dan Kritisisme 80. Uraikan secara singkat tentang aliran Rasionalisme! Jawab Aliran Rasionalisme adalah aliran yang meyakini haya rasio atau akal yang menjadi dasar kepastian. Rasionalisme tidak menyangkal fungsi indera sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, namun indera hanya diperlukan untuk merangsang dan memberikan pada rasio bahan- bahan agar rasio dapat bekerja. Rasio mengatur bahan dari indra sehingga terbentuklah pengetahuan yang benar. Akan tetapi keberadaan indra tidak mutlak bagi rasio karena rasio dapat menghasilkan pengetahuan yang tidak berasal dari indra seperti terlihat dalam matematika. 81. Siapakah tokoh aliran Rasionalisme? Jawab Tokoh aliran Rasionalisme adalah Plato dan Descrates 82. Kemukakan pendapat Descrates tentang alam semesta! Jawab Descrates berpendapat bahwa alam semesta dan rahasianya dapat dipahami melalui penemuan hukum- hukum dengan jalan eksperimen 83. Uraikan secara singkat tentang aliran Empirisme! Jawab Aliran Empirisme adalah aliran yang menjadikan pengalamaan indera sebagai sumber kebenaran. 84. Siapakah tokoh utama dan pelopor dari aliran Empirisme? Jawab Tokoh dari aliran Empirisme adalah John Locke 85. Uraikan secara singkat tentang aliran Positivisme! Jawab Aliran Positivisme adalah suatu aliran yang ingin membersihkan ilmu dari spekulasi- spekulasi yang tidak dapat dibuktikan secara postif. 86. Siapakah tokoh utama aliran Positivisme? Jawab Tokoh aliran Positivisme adalah Auguste Comte 87. Bagaimanakah pandangan Auguste Comte tentang Positivisme? Jawab Auguste Comte berpendapat bahwa Positivisme adalah puncak dalam perkembangan pemikiran manusia. 88. Comte membagi perkembangan pemikiran manusia dalam tiga tahap. Sebutkan! Jawab Tahap tersebut adalah Tahap mistik- teologis, Tahap metafisika dan Tahap Positif 89. Aliran Positivisme Comte dikemudian hari dikembagkan lebih lanjut oleh para pemikir yang dikenal denga lingkaran Wina yang didirikan pada tahun 1924. Sebutkan beberapa anggota kelompok Wina! Jawab Anggota kelompok Wina adalah Moritz Schlick, Hans Hahn, Otto Newrath, Hans Reichenbach, dan Victor Kraft. 90. Jelaskan tujuan kelompok Wina memperbaharui positivisme klasik ciptaan Comte! Jawab kelompok ini bertujuan untuk memperbaharui positivisme klasik ciptaan Comte dan memperbaiki kekurangan- kekurangannya. 91. Sebutkan nama lain dari Wina! Jawab Nama lain dari Wina adalah Neopositivisme, Positivisme logis dan empirisme logis. 92. Kemukakan pokok- pokok pikiran kelompok Wina! Jawab Pokok- pokok pikiran kelompok Wina yaitu dalam persoalan ilmu. Kelompok ini mengemukakan bahwa Sumber pengetahuan adalah pengalaman tentang data- data indrawi Dalil- dalil matematika yang tidak dihasilkan melalui pengalaman diakui keberadaannya dan digunakan untuk mengolah data pengalaman indrawi Pernyataan- pernyataan yang dinyatakan bermakna jika terbuka untuk diverivikasi dibuktikan secara empiris, pernyataan- pernyataan yang tidak dapat diverifikasi seperti etika, estetika, dan metafisika dinyatakan sebagai pernyataan yang tidak bermakna Menolak pembedaan ilmu- ilmu alam dan ilmu- ilmu sosial Berupaya mempersatukan semua ilmu di dalam suatu bahasa ilmiah yang bersifat universal. 93. Uraikan secara singkat tentang aliran Kritisme! Jawab aliran ini muncul yag merupakan perlawanan terhadap filsuf sebelumnya yaitu perlawanan terhadap dogmatisme. 94. Siapakah tokoh dalam aliran Kritisisme! Jawab Tokoh aliran ini adalah Immanuel Kant 95. Kemukakan pendapat kelompok Wina tentang pembicaraan filsafat ilmu! Jawab Kelompok Wina beranggapan bahwa pembicaraan tentang filsafat ilmu pada hakikatnya adalah pembicaraan tentang logika ilmu. Oleh karena itu harus disusun berdasarkan analogi logika formal yang menekankan bentuk, bukan isi proposisi dan argumen. 96. Sebutkan objek kajian formal filsafat menurut Kant! Jawab Kant mengemukakan bahwa objek kajian formal filsafat yaitu Kenyataan manusia yang hidup filsafat manusia Yang hidup di dunianya filsafat alam, kosmologi Mengembara menuju akhirat filsafat ketuhanan Susunan dasar terdalam dari segala yang ada metafisika atau ontologi Disadari atau diketahui filsafat pengetahuan Keterarahan atau penujuan etika 97. Aristoteles membagi filsafat menjadi 2 aspek. Sebutkan pembagian tersebut! Jawab pembagiannya yaitu aspek teoritis dan aspek praktis 98. Apakah yang dimaksud dengan zaman Reinasans? Jawab Zaman Rainasans adalah zaman yang keadaan manusia Barat berfikiran lebih maju dan secara perlahan melepaskan diri dari kungkungan otoritaskekuasaan gereja yang telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. 99. Sebutkan beberapa tokoh- tokoh filsafat Islam! Jawab Tokoh- tokoh filsafat Islam adalah Al- Kindi, Al- Razi, Al- Farabi, Al- Ghazali, Ibnu Thufail 100. Pertanyaan- pertanyaan apakah yang ditelaah dan dicoba untuk dijawab oleh Fisafat? Jawab Immanuel Kant filsuf besar Jerman menyebutkan 4 pertanyaan pokok, yaitu Apa yang dapat saya ketahui? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang dapat saya harapkan? Apakah manusia itu?
Sebagai manusia, kita sering sekali bertanya pada diri sendiri mengenai kehidupan atau mengenai keadaan alam semesta dan sekitarnya. Berbagai pertanyaan yang diajukan ini sebenarnya bertujuan untuk melatih daya pikir sekaligus untuk menganalisis keberadaan kita di dunia. Seringkali, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ini bersifat filosofis sehingga sulit ditemukan jawabannya, karena pemikiran manusia pada dasarnya juga bersifat terbatas. Filosofi atau sering juga disebut sebagai Filsafat merupakan sebuah disiplin ilmu yang ingin mencoba memahami keberadaan manusia dan dunia. Manusia dan alam semesta sebenarnya berada di sekitar kita setiap harinya, tapi sayangnya masih banyak sekali pertanyaan yang tersembunyi tentang keduanya, yang ternyata sulit ditemukan jawabannya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan filsafat yang bisa bikin kamu berpikir keras untuk menemukan jawabannya. Baca selengkapnya terkait aliran filsafat. Kumpulan Pertanyaan Filsafat yang Sulit Dijawab tentang Manusia dan Alam Semesta 1. Apa rahasia untuk menjadi manusia yang bahagia? Pertanyaan ini telah banyak diajukan kepada para ilmuwan di masa lalu yang tentunya belum terpecahkan dan belum ditemukan jawabannya sampai sekarang. Perlu dipahami bahwa kebahagiaan sebenarnya memiliki arti atau makna yang berbeda-beda, tergantung dari bagaimana kita menilainya. Perbedaan pendapat mengenai kebahagiaan inilah yang akhirnya membuat kita juga kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. 2. Apakah takdir itu nyata? Dalam hidup, kita mungkin sering merasa bahwa kita sedang berada di tempat dan waktu yang tepat. Apakah ini bisa disebut sebagai takdir atau hanya kebetulan belaka? Apakah hidup kita saat ini sedang dikendalikan oleh sesuatu yang kekuatannya lebih tinggi dari alam semesta? Sebagian orang berpikir bahwa itu adalah kehendak ataupun takdir Tuhan, tapi ada juga sebagian orang yang tidak percaya konsep ketuhanan. Pada dasarnya, kita tidak akan menemukan jawaban yang universal terkait pertanyaan ini karena semua manusia memiliki pendapatnya masing-masing. 3. Apakah Tuhan itu ada? Pertanyaan ini akan kembali lagi kepada konsep Ketuhanan, ada sekelompok manusia yang percaya, namun ada juga yang tidak. Pada dasarnya, ilmu sains sendiri belum menemukan bukti apapun yang bisa menyatakan keberadaan Tuhan, hal inilah yang tentunya dipercaya secara logis oleh beberapa orang Atheis. Tapi bagi orang yang menganut agama atau kepercayaan resmi di suatu negara, mereka mempercayai dan meyakini bahwa Tuhan memang hidup dalam hati mereka dan mengatur segala peristiwa yang terjadi dalam hidup mereka. 4. Apakah teori Big Bang itu nyata? Teori Big Bang merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta dimulai dari satu titik yang berhawa panas dan padat, yang kemudian mengembang dan membentang jauh hingga membentuk alam semesta. Meskipun sudah banyak ilmu sains yang mencoba menjawab teori ini, tapi pemikiran manusia pada dasarnya hampir tidak mungkin memahami keseluruhan teori Big Bang secara utuh. Tanpa disadari, pertanyaan ini justru akan mengarahkan kita untuk merenungkan sesuatu yang jawabannya sangat rumit untuk divisualisasikan karena sangat berlawanan dengan intuisi manusia. Baca juga Teori Terbentuknya Alam Semesta 5. Apakah ada objektivitas dalam kehidupan? Objektivitas merupakan sebuah penilaian terhadap sesuatu yang buktinya bisa dilihat secara nyata dan tidak bersifat individual. Tapi dalam kehidupan, manusia sejatinya lebih suka membangun realitasnya sendiri. Hal ini membuat penilaiannya terhadap sesuatu akan bersifat subjektif. Subjektivitas ini bisa digambarkan sebagai asumsi, persepsi, atau interpretasi yang dipengaruhi oleh pengalaman, pikiran, atau perasaan, tanpa harus mengandalkan bukti atau fakta tertentu. 6. Apakah manusia bisa menghentikan pemanasan global? Perjanjian Paris tahun 2015 merupakan perjanjian pertama yang membahas mengenai perlindungan iklim dan cara untuk melawan adanya pemanasan global. Ada banyak cara yang dianggap bisa membantu, seperti menurunkan suhu ruangan sebanyak dua derajat celcius, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan masih banyak lagi. Tapi, apakah semua cara ini bisa benar-benar dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia? Bagaimana jika kita terlambat dan pemanasan global sudah terlanjur meluas? Apakah ada tindakan atau cara-cara baru yang lebih efektif untuk menangani hal ini? Sayangnya, berbagai pertanyaan ini belum bisa dijawab dengan tepat. Akibatnya, dampak dari pemanasan global pun perlahan-lahan mulai terasa. Dari berbagai pertanyaan ini, bisa disimpulkan bahwa alam semesta memang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Pasalnya, masih ada banyak sekali rahasia yang tersembunyi dan belum terungkap sampai sekarang, bahkan oleh para ilmuwan maupun ahli sains sekalipun. Meskipun sulit, mempelajari tentang manusia dan alam semesta sebenarnya menjadi sangat menarik, karena kita akan menemukan banyak hal baru diluar pemikiran kita yang akan membantu memperluas wawasan dan sudut pandang yang kita miliki. Salah satu buku yang bisa menjadi referensi untuk mengetahui seluk beluk alam semesta adalah buku Kosmos Aneka Ragam Dunia yang ditulis oleh Ann Druyan. Buku ini sebenarnya merupakan buku lanjutan dari sebuah petualangan besar yang sebelumnya diawali oleh Carl Sagan dalam bukunya yang berjudul Kosmos. Melalui buku Kosmos Aneka Ragam Dunia, penulis akan memberikan kita gambaran mengenai seberapa luasnya alam semesta yang kita tinggali saat ini. Kita juga akan diajak membayangkan bagaimana kehidupan manusia di masa depan jika teknologi dan ilmu sains sudah semakin berkembang. Buku dengan tebal 420 halaman ini tidak hanya akan membahas soal betapa luasnya alam semesta, tapi juga mengajarkan bagaimana merawat dan menjaga alam semesta, karena manusia pada dasarnya bukanlah satu-satunya makhluk yang menetap dan tinggal disana. Buku ini bisa kamu beli dan dapatkan melalui Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon
pertanyaan sulit tentang filsafat pendidikan